Karang Taruna sebagai organisasi
kepemudaan yang mempunyai fungsi pelayanan. Oleh sebab itu Karang Taruna mampu
berpartisipasi secara aktif di dalam proses pembangunan pedesaan. Kondisi
sosial yang diharapkan Karang Taruna mampu berfungsi sebagai perencana dan
sekaligus sebagai pelaksana pembangunan pedesaan. Namun demikian didalam
kenyataannya memang masih di jumpai banyak kendala dan tantangan yang dihadapi
Karang Taruna yang antara lain :
- Kegiatan Karang Taruna yang masih bersifat rekreatif dan hanya sekedar pengisi waktu luang;
- Kurangnya kader profesional;
- Kurang tanggapnya sikap masyarakat terhadap pengembangan kualitas Karang Taruna;
- Keraguan Pemerintah Desa terrhadap potensi Karang Taruna sehingga sedikit dibri peluang pada peran pembangunan.
Semua kendala-kendala yang
disebut diatas, memang merupakan tantangan bagi eksistensi Karang Taruna. Oleh
sebab itu maka pembenahan diri Karang Taruna, khususnya pada anggotanya
dituntut untuk selalu meningkatkan kadar kualitas diberbagai bidang didalam
menghadapi kondisi sosial/yang berkembang.
Penguasaan Teknologi
Kemampuan & penguasaan
menerapkan teknologi, yaitu teknologi sederhana yang dapat digunakan oleh
setiap atau yang dapat digunakan secara secara langsung dalam proses
pembangunan. Dengan demikian Karang Taruna tidak memerlukan teknologi tinggi
untuk berperan aktif di dalam pembangunan.
Teknologi sederhana yang harus
dikuasai Karang Taruna adalah
teknologi yang mampu memadukan
berbagai potensi di daerah kelurahan, antara lain :
- Penguasaan teknologi yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia, seperti misalnya penerapan usaha-usaha koperasi dan lain sebagainya;
- Teknologi yang dapat mengembangkan potensi SDA seperti misalnya teknologi pengolahan lahan kering, pengolahan pasca panen dll;
- Penguasaan teknologi terapan yang manfaatnya dirasakan secara langsung.
Dari gambaran-gambaran penguasaan
teknologi yang dimaksud sebenarnya amat berkaitan dengan issue sentral
yang sekarang sedang berkembang di tingkat kelurahan/pedesaan yaitu masalah
perluasan lapangan kerja., masalah pengangguran, masalah urbanisasi yang tak
terkendali dan masalah ketelantaran.
Oleh sebab itu, maka penguasaan
teknologi terapan hendaknya diukur manfaatnya untuk mangatasi dan
mengantisipasi permasalahan-permasalahan diatas. Semakin tinggi tingkat
kepekaan Karang Taruna terhadap persalahan yang terjadi sangat tergantung pada
penguasaan teknologi tersebut diatas.
Yang dimaksud peningkatan dan
pengembangan program kegiatan, adalah program yang banyak terkait dengan
program pembangunan kelurahan/pedesaan. Sementara itu kita ketahui bahwa pembangunan
dari tahun ke tahun semakin berfariasi dan kompleks, terutama bila dikaitkan
dengan pemecahan permasalahan-permasalahan pembangunan.
Upaya yang paling tepat yang
harus dilaksanakan Karang Taruna adalah menyesuaikan program-programnya sesuai
dengan bentuk dan warna program pembangunan. Gambaran yang telah ditetapkan
oleh Pemerintah Desa atau Kelurahan dan LP3M, hendaknya tercermin juga pada
program Karang Taruna. Oleh sebab itu diharapkan Karang Taruna aktif ke dalam
proses perencanaan dan proses pelaksanaan pembangunan.
0 Komentar untuk "Mengembangkan Kader Profesional Karang Taruna"